aksizakat.com, (18/03) – Ramadan senantiasa hadir membawa makna mendalam bagi umat Islam. Bulan ini tidak hanya diisi dengan ibadah pribadi seperti puasa dan salat, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat kepedulian sosial, salah satunya melalui zakat sebagai kewajiban yang bernilai ibadah sekaligus sarana berbagi kepada sesama.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh ketenangan, mulai dari sahur sederhana hingga doa-doa dalam salat tarawih, zakat menjadi penggerak kebersamaan. Kehadirannya tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga mengingatkan bahwa dalam setiap rezeki terdapat hak orang lain.
Semangat tersebut terwujud pada 18 Maret 2026 melalui program penyaluran zakat di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga Sulawesi Barat, di antaranya Kecamatan Babelan, Karang Bahagia, Cikarang Pusat, Sukatani, Cibarusah, Cikarang Selatan, Lebakwangi, serta Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar.
Di setiap lokasi, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para penerima manfaat hadir dengan harapan, sementara Tim Relawan WAN menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab agar penyaluran berjalan tertib dan lancar. Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembagian bantuan.
Selama satu pekan pelaksanaan, program ini menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil. Bantuan yang disalurkan berupa 160 paket beras masing-masing seberat 5 kilogram. Meski sederhana, bantuan tersebut sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan harian, khususnya di bulan Ramadan.
Zakat tidak hanya dimaknai sebagai pemberian materi, tetapi juga sebagai sarana membersihkan harta dan menyucikan jiwa. Melalui zakat, tumbuh rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
Program ini menjadi bukti bahwa semangat Ramadan dapat diwujudkan melalui aksi nyata, menghadirkan manfaat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.