


Di usia senjanya, Pak Murakib (85 tahun) masih harus berjuang mencari nafkah untuk dirinya dan sang anak yang juga difabel sejak kecil. Dalam keseharian keduanya saling membantu meski sama-sama memiliki keterbatasan. Namun, keterbatasan itu tak membuatnya menyerah untuk tetap menghidupi keluarganya.
Di tengah kondisi tersebut, Pak Murakib tetap berusaha menjadi tulang punggung keluarga.

Setiap pagi, seseorang datang ke rumahnya untuk menitipkan sayuran agar dijual kembali. Dengan harga sekitar Rp5.000 per ikat, Pak Murakib menjajakan sayuran di depan rumah hingga larut malam.
“Kalau tidak begini, saya bisa dapat uang dari mana lagi, Mas, untuk menghidupi keluarga saya,” ujar Pak Murakib lirih.
Namun, pembeli tak selalu datang. Penghasilan yang didapat pun sangat terbatas, sementara kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Bahkan dalam kondisi tertentu, mereka terpaksa meminum air mentah dari kamar mandi karena keterbatasan yang ada.
#KawanAksi, mari hadir meringankan beban Pak Murakib dan anaknya. Uluran bantuan kita dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan menghadirkan sedikit kelegaan di tengah perjuangan yang tak mudah.
Yuk, salurkan donasi terbaik dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik