

Di usia 75 tahun, Mbah Repiati masih harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup. Sejak kecil, ia dikucilkan dari keluarga dan hingga kini tidak memiliki rumah sendiri. Untuk berteduh, ia hanya mengandalkan kebaikan orang lain.

Keterbatasan fisik juga membuat perjuangannya semakin berat. Tangan dan jari-jarinya mengalami kesulitan untuk digerakkan, sehingga ia hanya mampu menggenggam dengan satu tangan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan melakukan pekerjaan dan semakin sulit mendapatkan penghasilan yang layak.

Namun, keterbatasan itu tidak membuat Mbah Repiati menyerah.
Dengan sisa tenaga yang dimiliki, ia mengumpulkan daun kelapa sisa panen tetangga untuk diolah menjadi sapu lidi. Namun penghasilan yang diperoleh sangat minim, ada hari ketika hasil jualannya cukup untuk makan. Namun ada pula saat ia harus menahan lapar dan menahan sakit karena tidak memiliki cukup biaya untuk memenuhi kebutuhannya.

#KawanAksi, Mari bantu ringankan perjuangan Mbah Repiati.
Sedikit kepedulian dari kita dapat menjadi berarti untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menemani beliau melewati hari-hari di usia senjanya.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik