
Di bawah terik matahari Aceh Timur yang menyengat, pemandangan menyayat hati terlihat. Pak Mail (53), seorang ayah tangguh yang harus kehilangan kakinya akibat diabetes, menolak menyerah pada nasib.

Setiap hari, Pak Mail harus menyeret tubuhnya sendiri sambil membawa tumpukan sapu lidi. Tanpa kursi yang layak, ia melintasi jalan roda kampung ke kampung di Darul Aman. Bisa dibayangkan betapa panas dan perihnya aspal yang harus bersentuhan langsung dengan tubuh demi mencari sesuap nasi.

Sapu lidi yang ia buat dengan susah payah hanya dihargai Rp5.000. Jika beruntung, seharian berkeliling ia bisa membawa pulang Rp10.000, jumlah yang bahkan tidak cukup untuk membeli satu liter beras dan lauk pauk bagi istri dan anaknya. Namun, tak jarang ia pulang dengan tangan hampa karena dagangannya tidak melakukan hal yang sama sekali.
Meski peluh bercucuran dan tubuhnya lelah luar biasa, Pak Mail tetap tersenyum. Ia memilih berjuang dengan sisa tenaganya daripada harus menengadahkan tangan di pinggir jalan. Baginya, setiap ikat sapu yang laku adalah martabat bagi keluarganya.
#KawanAksi, mari sisihkan sebagian rezeki dan bantu ringankan beban Pak Mail.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik