

"Kan masih ada kaki, ya pakai aja yang ada buat cari nafkah." Kalimat itu diucapkan Pak Enon (57) sambil tersenyum tegar, ketika jari-jari kakinya perlahan menjepit obeng untuk memperbaiki televisi pelanggan.

Sejak lahir, Pak Enon hidup dengan kelainan genetik yang membuatnya tidak memiliki kedua tangan. Meski begitu, ia tak pernah menyerah pada keadaan. Demi menghidupi istri dan menyekolahkan anaknya, Pak Enon belajar servis elektronik hingga akhirnya mampu mencari nafkah dari keahlian tersebut.
Bertahun-tahun Pak Enon berkeliling menawarkan jasa servis TV, radio, dan peralatan elektronik. Namun kini, perjuangannya semakin berat. Usia yang tak lagi muda membuat penglihatannya mulai rabun, sementara komponen elektronik yang harus diperbaiki berukuran sangat kecil.

Penghasilan dari satu kali servis pun tak seberapa, rata-rata hanya sekitar Rp50.000. Bahkan, jika terjadi kesalahan saat memperbaiki, ia harus ganti rugi hingga ratusan ribu rupiah. Belum lagi, orderan servis semakin sepi karena banyak orang memilih membeli barang baru daripada memperbaikinya.
Pak Enon berharap bisa membuka warung kecil di rumah sekaligus tempat servis elektronik, agar ia tak perlu lagi berkeliling mencari pelanggan dan tetap dapat menghidupi keluarganya.
#KawanAksi, mari kita wujudkan harapan Pak Enon. Berapa pun bantuan yang kita berikan akan menjadi ikhtiar menghadirkan sumber penghasilan yang lebih stabil bagi Pak Enon dan keluarganya.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan donasi nominal
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik