
Di usianya yang sudah menginjak 90 tahun , Abah Camin asal Cileungsi, Bogor, masih berjuang mencari nafkah. Luar biasanya, Abah sudah berjualan taoge goreng lintas generasi. Sejak zaman Presiden Soekarno hingga era digital sekarang. Di tengah gempuran kuliner modern, Abah tetap setia menjaga tradisi. Ia mempertahankan cara masak tradisional menggunakan kayu bakar dan membungkus dagangannya dengan daun pisang . Sayangnya, kesetiaan ini sering dipandang sebelah mata. Tak jarang Kakek menerima hinaan dan disebut menjual dagangan "kampungan". Namun, Abah tidak ambil pusing demi menghidupi keluarganya.

Dulu, Abah bisa membawa pulang penghasilan bersih Rp50.000 hingga Rp200.000 per hari. Namun sejak pandemi, keadaan berubah drastis. Dagangan Abah sering kali tidak laku. Dari pagi hingga sore berjualan di pinggir jalan, penghasilannya kini merosot tajam dan hanya cukup untuk kebutuhan dapur seadanya.

Saat ini, Abah tinggal di sebuah gubuk yang sangat sederhana. Di balik keterbatasan ekonomi dan fisiknya, Abah menyimpan mimpi yang sangat mulia, ia ingin menambah modal usahanya agar bisa terus berjualan, dan menyisihkan rezekinya untuk dibagikan kepada anak-anak yatim.
#KawanAksi, mari kita sisihkan sebagian rezeki dan bantu wujudkan mimpi mulia Abah Camin.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kesehatan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik