

Di usianya yang baru 4 bulan, Maulana Al-Faqih harus menghadapi perjuangan berat demi bisa bertahan hidup. Bayi yang lahir pada 11 April 2026 ini didiagnosis mengalami Necrotizing Enterocolitis (NEC) Grade 3–4 , kondisi serius yang menyerang usus dan membuatnya harus menjalani operasi laparatomi ileostomi.
Semua bermula ketika tubuh Maulana menguning, perutnya membesar hingga membiru, dan ia mengalami kesulitan buang air besar. Khawatir dengan kondisi sang buah hati, kedua orang tuanya segera membawanya ke rumah sakit. Maulana kemudian dirujuk ke RSU Imelda Medan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Namun, ujian yang harus dilalui Maulana ternyata belum berakhir. Satu kali operasi saja belum cukup untuk memulihkan kondisinya. Maulana harus menjalani operasi kedua untuk menutup stoma agar ususnya dapat dikembalikan ke posisi semula. Sayangnya, operasi tersebut tidak berhasil. Ia pun harus kembali menjalani operasi ketiga, menjalani pencucian usus, menerima transfusi darah, hingga melewati masa kritis selama lima hari di ruang ICU.
Di tengah semua tindakan medis yang harus dijalaninya, tubuh mungil Maulana terus berjuang untuk bertahan. Kedua orang tuanya pun tak pernah berhenti berharap agar putra kecil mereka bisa melewati masa sulit ini, pulih, dan tumbuh sehat seperti bayi seusianya.

Sayangnya, perjuangan untuk kesembuhan Maulana kini dihadapkan pada keterbatasan biaya. Ayahnya bekerja sebagai buruh harian lepas atau tukang bangunan dengan penghasilan sekitar Rp90.000–Rp100.000 per hari, itu pun hanya ketika ada panggilan kerja. Sementara itu, sang ibu harus mendampingi dan merawat Maulana sepenuh waktu.
Hingga kini, biaya pengobatan Maulana telah mencapai Rp17.000.000 dan masih bisa terus bertambah seiring kebutuhan perawatan berikutnya. Demi memberikan penanganan terbaik bagi putranya, kedua orang tuanya terpaksa mencari pinjaman untuk menutupi biaya pengobatan.

Maulana masih membutuhkan tindakan medis lanjutan yang direncanakan pada Desember mendatang. Namun, karena kondisi keuangan keluarga yang semakin terbatas, saat ini Maulana harus menjalani perawatan mandiri di rumah sambil menunggu kesempatan untuk kembali mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Sahabat, perjalanan Maulana untuk sembuh masih panjang. Di usianya yang bahkan belum genap setengah tahun, ia telah melewati serangkaian operasi dan masa kritis yang begitu berat. Kini, Maulana membutuhkan uluran tangan kita agar bisa melanjutkan pengobatan dan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Kita mungkin tidak dapat merasakan langsung rasa sakit yang harus dilalui Maulana maupun kecemasan yang dirasakan kedua orang tuanya. Namun, melalui bantuan yang kita berikan, kita bisa ikut meringankan beban keluarga ini dan membuka harapan bagi Maulana untuk kembali mendapatkan perawatan.
Mari, bantu Maulana melanjutkan perjuangannya untuk sembuh. Setiap donasi yang diberikan menjadi bentuk kepedulian dan dukungan bagi Maulana agar ia memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan menjalani masa kecilnya.
Yuk, salurkan niat baikmu dengan cara:
Klik tombol “DONASI SEKARANG”.
Masukkan nominal donasi yang ingin diberikan.
Pilih metode pembayaran yang tersedia, seperti GoPay, Jenius Pay, LinkAja, DANA, Mandiri Virtual Account, BCA Virtual Account, transfer bank, atau kartu kredit, lalu selesaikan pembayaran sesuai petunjuk.
Selain berdonasi, Sahabat juga bisa membantu dengan membagikan halaman galang dana ini kepada keluarga, teman, dan orang-orang terdekat. Semoga semakin banyak orang yang bergerak untuk membantu, sehingga Maulana dan keluarganya tidak harus menghadapi perjuangan ini sendirian.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik