

Pernahkah kamu membayangkan, di saat tubuh renta membutuhkan tempat beristirahat yang hangat, kamu justru harus melipat tubuh di dinginnya kolong jembatan atau emperan toko?

Itulah realita hidup yang dialami oleh Pak Udin, seorang lansia yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan Lapangan Puputan, Denpasar, Bali.Di balik senyum ramah dan kesabarannya menyapa pengunjung, ada perjuangan hidup yang begitu berat.

Pak Udin hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi di usianya yang makin senja. Air mineral yang ia jajakan setiap hari bukan modalnya sendiri. Pak Udin hanya mendapat upah kecil yang bergantung penuh dari berapa botol yang berhasil terjual hari itu. Jika sepi, bayang-bayang tidak bisa makan menjadi ancaman nyata.
Pak Udin tak miliki rumah, ia harus berganti-ganti tempat tidur, kadang di bawah kolong jembatan, kadang menumpang di emperan toko beratap langit malam.
#KawanAksi, mari sisihkan sebagian rezeki dan bantu ringankan beban Pak Udin. Sedikit bantuan dari kita, akan sangat berarti untuk beliau.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik