

Di usia 81 tahun, Nenek Amina asal Dungingi-Gorontalo masih harus berjuang mencari rezeki. Setiap hari, sekitar pukul 12.00-19.00, Nenek Amina berkeliling menjajakan kue milik orang lain. Dengan berjalan kaki, ia membawa sekitar 100–200 kue untuk dijual.

Upah yang diterima pun tidak menentu. Jika membawa 100 kue, ia mendapatkan sekitar Rp25.000. Jika 200 kue, upahnya sekitar Rp50.000. Penghasilan tersebut sering kali bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Nenek Amina hidup seorang diri. Ia tidak memiliki suami maupun anak yang dapat menjadi tempat bergantung. Untuk tempat tinggal, ia hanya menumpang di pekarangan milik orang lain dan tinggal di sebuah gubuk kecil yang kondisinya sudah tidak layak.

Di usia yang tak lagi muda, tubuh Nenek Amina juga sering terasa sakit dan lelah. Namun, ia tetap berjuang jualan. Jika dagangan sepi dan tak ada uang untuk makan, Nenek Amina terkadang makan di rumah keponakan atau cucunya.
Ada satu hal yang membuat hati terasa pilu. Nenek Amina mengatakan bahwa salah satu alasan ia terus bekerja adalah karena ingin memiliki biaya untuk mengurus dirinya kelak ketika meninggal dunia. Ia khawatir tidak ada yang mengurusnya dan tidak ingin menyusahkan orang lain.
#KawanAksi, yuk sisihkan sebagian rezeki kita dan bantu ringankan beban Nenek Amina.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kesehatan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
