
Bayangkan seorang anak balita yang belum sempat merasakan pelukan hangat orang tuanya, justru harus berjuang sendirian melawan tumor yang terus membesar di wajahnya. Inilah kenyataan yang dihadapi Kasih, Ratu, dan Kenzi — tiga anak dhuafa yang kini terbaring lemah di rumah sakit, menanti keajaiban bernama pengobatan.
Kasih (3 tahun) — Ditinggalkan orang tua kandungnya sejak bayi karena terlilit kemiskinan, Kasih kini diasuh oleh seorang nelayan tradisional yang penghasilannya tak menentu. Benjolan kecil di pipinya yang dulu dikira wajar, ternyata tumor kelenjar getah bening yang terus menjalar hingga ke lidahnya. Setiap hari yang berlalu tanpa pengobatan, adalah hari yang membuat penyakitnya makin sulit disembuhkan.

Ratu (3 bulan) — Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan gendongan, Ratu justru sudah tiga kali menjalani operasi besar. Demam tinggi dan kejang yang dialaminya memicu penumpukan cairan di kepala, membuatnya kini tak lagi merespons dan kehilangan penglihatan.

Kenzi (3 bulan) — Infeksi paru-paru yang menyebar ke otak dan saraf matanya membuat kondisi Kenzi kritis. Ayahnya, seorang buruh harian, harus menanggung 5 jiwa dengan penghasilan pas-pasan. Jika pengobatan Kenzi terhenti walau sebentar saja, kerusakan otaknya bisa jadi permanen — tak bisa diperbaiki lagi.

Ketiganya punya satu kesamaan: bukan karena keluarga tak peduli, tapi karena himpitan ekonomi dan jarak rumah sakit yang jauh membuat biaya pengobatan jadi beban yang mustahil dipikul sendiri.
Mereka tak minta banyak. Mereka hanya ingin kesempatan untuk sembuh, dan tumbuh seperti anak-anak lainnya.
Uluran tanganmu, sekecil apa pun, bisa jadi jalan kesembuhan mereka.
🔹 Cara berdonasi:
Selain berdonasi, kamu juga bisa membantu dengan membagikan halaman ini ke keluarga dan teman — karena satu bagikan bisa menyelamatkan satu nyawa.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik