ImagePilu! Makan Sisa Sampah Demi Bayar Tunggakan Sekol...
Image

Pilu! Makan Sisa Sampah Demi Bayar Tunggakan Sekolah, Bantu Ibu Tunggal Hidupi 2 Anaknya

Rp 0 dan masih terus dikumpulkan
0 Donatur ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

Di balik megahnya gedung pencakar langit dan gemerlapnya hotel mewah Jakarta, ada sebuah bedeng seng berukuran 2x3 meter yang berdiri di atas tanah sengketa. Di sanalah Bu Nur, atau yang akrab disapa Mama Yasin (47 tahun), merajut mimpi-mimpi sederhana bersama dua putranya yang masih kecil, Abid (10 tahun) dan Haikal (5 tahun). Sudah dua dekade Mama Yasin mengakrabkan diri dengan aroma tempat pembuangan sampah demi menyambung hidup sebagai seorang pemulung.

​Setiap pukul 05.00 pagi, langkah kaki Mama Yasin sudah beradu dengan aspal ibu kota, menarik gerobak tua mencari rongsokan. Di temani Haikal yang baru berusia 5 tahun, dengan cekatan ia ikut memungut botol plastik. Bocah sekecil itu menolak tinggal di rumah. Ia ingin membagi beban di pundak ibunya yang kini berjuang sendiri sejak sang ayah berpulang. Meski jalanan begitu kejam, bahkan pernah membuat Haikal terpental tertabrak motor hingga keningnya robek dan dijahit, ia tetap setia mendorong gerobak itu. Tak jarang, stigma negatif membanjiri mereka, menuduh Mama Yasin mengeksploitasi anak, padahal keringat mereka adalah bukti nyata dari harga diri yang menolak untuk mengemis.

​Penghasilan dari memulung seminggu penuh hanya berkisar Rp30.000. Angka yang jauh dari kata cukup untuk mengisi perut tiga nyawa. Kelaparan menjadi kawan karib di sepanjang jalan. Tak jarang, mereka terpaksa memungut dan memakan sisa makanan yang dibuang orang lain di tempat sampah agar bisa terus berjalan. 

​Di tengah jerat kemiskinan ini, pendidikan adalah satu-satunya lentera yang dijaga mati-matian. Usai memulung, Haikal bergegas ke sekolah PAUD dan melanjutkan mengaji di pengajian gratis pada malam hari. Namun, kenyataan pahit kembali menjegal. Biaya sekolah anak-anaknya sudah menunggak selama 4 bulan karena uang Rp50.000 per bulan pun mustahil terbayar. Sepatu yang dipakai Abid dan Haikal sudah terlalu sempit hingga menimbulkan rasa sakit di setiap langkah kaki mereka. Abid memimpikan sebuah sepeda agar tak lelah berjalan jauh, sementara Haikal memiliki cita-cita besar menjadi seorang prajurit ABRI kelak, agar bisa menyuruh ibunya beristirahat dari kerasnya jalanan.

#KawanAksi, mari ulurkan tangan kita untuk meringankan beban Mama Yasin, menebus tunggakan sekolah Abid dan Haikal, serta memberikan kehidupan dan nutrisi yang lebih layak bagi masa depan mereka.

Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu

Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

Baca selengkapnya ▾

Kabar Terbaru

Donatur

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close