

Di sudut terpencil sebuah desa, berdiri rumah reyot yang nyaris roboh. Di dalamnya, Mak Cicih seorang nenek tangguh yang hidup bersama cucunya yang masih balita. Dalam keterbatasan yang membelit, keduanya menjalani hari-hari penuh perjuangan dan kesabaran.

Di masa mudanya, Mak Cicih kehilangan satu tangan akibat kecelakaan kerja. Dengan satu tangan yang tersisa, ia tetap berusaha mencari nafkah dengan menjajakan jagung dan ubi rebus. Dari hasil itu, Mak Cicih hanya mampu membawa pulang sekitar 20–30 ribu rupiah per hari, jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kondisi ekonomi yang sangat terbatas membuat sang cucu belum pernah merasakan susu. Untuk sekadar mengganjal perutnya, Mak Cicih hanya mampu memberikan air tajin yang dicampur sedikit gula merah. Setiap suapan yang ia berikan adalah bentuk kasih sayang yang tulus, meski dalam kekurangan.

Tempat tinggal mereka pun jauh dari kata layak. Dinding rumah sudah lapuk, atap sering bocor, dan tidak ada fasilitas yang memadai untuk hidup dengan aman dan nyaman. Namun di tengah semua itu, Mak Cicih tetap bertahan demi cucunya, demi harapan kecil yang terus ia jaga setiap hari.
#KawanAksi, Mari ulurkan tangan, kirimkan sedekah terbaik hari ini.
Karena kebaikan kecil dari kita, bisa menjadi perubahan besar bagi mereka.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik