
Di usia 81 tahun, Mak Omih hidup sendirian. Sebelumnya, saat kakinya masih kuat ia berdagang keliling sampai desa sebrang. Menjual sayuran tetangga seharga Rp 400 - Rp 500 perak, jajanan ringan, dan keripik opak hasil tangannya sendiri. Tapi kini, penglihatan yang memburuk dan kaki yang sakit sampai menghitam membuatnya tidak bisa lagi keluar rumah.

Setelah suaminya meninggal tahun 2023, Mak Omih tinggal sendirian di rumah yang benar-benar memprihatinkan. Atap banyak bocor, lantai langsung tanah sehingga tikus dan serangga bebas masuk, dan saat hujan deras, rumah langsung tergenang banjir. MCK berlumut, tempat tidur kumuh bertumpuk barang, lampu tidak menyala karena listrik yang selalu putus. Air yang dipakai untuk minum, masak, dan mencuci malah keruh berwarna kuning.

Sebelum sakit, ia berjualan dari pagi sampai sore agar dagangannya habis. Tapi penghasilannya yang sedikit tidak pernah cukup. Sampai harus menghemat nasi selama 2 hari dan makan lauk dari pemberian tetangga. Kini, tanpa bisa berdagang keliling, Mak Omih hanya berharap kebaikan hati orang baik untuk membantunya.
#KawanAksi, setiap bantuan, tidak peduli seberapa kecil, akan berarti banyak untuk Mak Omih. Berikan ia tempat berteduh yang aman dan harapan untuk menjalani sisa hidupnya dengan lebih tenang.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
