
Setiap hari, jauh sebelum kumandang azan Subuh memecah keheningan malam, langkah kaki Abah Amas (62 tahun) sudah menapak di lantai masjid. Selama 30 tahun terakhir, ia telah mengabdikan sebagian hidupnya menjadi seorang marbot.

Menyapu lantai, membersihkan karpet, mengelap jendela, hingga mengumandangkan azan dan mengimami salat dilakukan Abah dengan penuh keikhlasan. Tanpa keluhan, tanpa pamrih. Abah memastikan rumah Allah selalu bersih dan nyaman bagi setiap jamaah yang datang bersujud.
Namun, di balik pengabdian mulianya yang panjang, kehidupan ekonomi Abah sangat jauh dari kata cukup. Masjid tidak memberikan gaji tetap. Untuk menyambung hidup, Abah harus banting tulang menjadi buruh tani serabutan pembersih rumput jika ada tetangga yang menciptakan. Upahnya hanya Rp150.000 per hari. Itu pun sangat jarang terjadi.

Ketika panggilan kerja tak kunjung datang, Abah Amas tidak pernah mengemis. Ia memilih dalam diam, memetik sayuran seadanya dari kebun kecil di dekat rumahnya untuk direbus demi bisa mengganjal perut dan bertahan hidup hari itu.
Di usia 62 tahun, tenaga Abah tentu tak terbayangkan dulu lagi. Fisiknya mulai menua, namun semangatnya untuk mandiri tetap menyala. Dalam sujud dan diamnya, Abah memiliki satu harapan yang sangat tulus, ia ingin memiliki usaha kecil di rumah atau peralatan pertanian sendiri. Abah ingin memiliki penghasilan yang lebih pasti di hari orang tuanya, agar tidak lagi bergantung pada pekerjaan serabutan yang tak menentu, dan bisa hidup sedikit lebih layak.
#KawanAksi, mari sisihkan sebagian rezeki kita dan bantu ringkankan beban Abah Amas.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Penafian:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kesehatan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik