ImageLansia 76 Tahun Menahan Sesak Jadi Badut Demi Bert...
Image

Lansia 76 Tahun Menahan Sesak Jadi Badut Demi Bertahan Hidup

Image
Garut, Jawa Barat
Rp 100.551 dan masih terus dikumpulkan
1 Donatur ∞ hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Keterangan

"Kalau Abah enggak kerja, mau makan apa? Bayar kontrakan gimana?"

Di usia 76 tahun, saat tubuh seharusnya bisa beristirahat dari kerasnya mencari nafkah, Abah Didi asal Leles-Garut, justru masih harus berkeliling mengenakan kostum badut. Ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain, menghibur anak-anak, berharap ada rezeki yang bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Abah hidup seorang diri di tanah perantauan. Sejak berpisah dengan istrinya pada 2019, ia menjalani hari-hari tanpa keluarga yang menemani. Di kampung halaman pun, sudah tidak ada sanak saudara yang bisa menjadi tempatnya pulang.

Sebelum menjadi badut keliling, Abah pernah mengayuh becak dan berjualan kerupuk kulit. Namun, seiring bertambahnya usia, tenaganya semakin terbatas. Menjadi badut keliling adalah pekerjaan yang masih bisa ia lakukan untuk mendapatkan penghasilan.

Setiap hari, Abah berusaha mencari rezeki di jalanan. Dari pekerjaannya itu, ia hanya memperoleh sekitar Rp50.000 per hari, bahkan terkadang kurang dari jumlah tersebut.

Uang itu harus cukup untuk makan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membayar kontrakan. Saat ini, Abah tinggal bersama seorang tetangga yang juga merantau. Mereka menyewa rumah sederhana dengan biaya Rp1.000.000 per bulan yang dibagi dua. Artinya, Abah harus menyisihkan Rp500.000 setiap bulan hanya untuk tempat tinggal.

Saat berkeliling menghibur anak-anak, Abah kerap merasakan sesak napas dan nyeri di bagian dada. Ketika rasa sakit itu datang, ia terpaksa menghentikan pekerjaannya dan pulang lebih awal. Sayangnya, pulang lebih awal berarti kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan hari itu. 

Rasa sesak dan nyeri di dadanya sudah lama ia rasakan. Namun, karena tidak memiliki biaya untuk berobat, Abah memilih menahan rasa sakitnya. Abah hanya bisa berharap rasa sakit itu mereda, agar ia bisa kembali bekerja dan mendapatkan uang untuk bertahan hidup.

Perjalanan Abah mencari nafkah pun tidak selalu berjalan mudah. Saat bekerja sebagai badut keliling, ia pernah diamankan aparat selama sekitar satu minggu. Meski menghadapi berbagai kesulitan, Abah tetap berusaha menjalani hidup dengan sabar. Ia tidak banyak menuntut. Bahkan ketika penghasilannya sedikit, ia tetap bersyukur atas rezeki yang didapatkan.

#KawanAksi, yuk sisihkan sebagian rezeki kita dan bantu ringankan beban Abah Didi

Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Transfer ke no. rekening yang tertera.

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu

 

Penafian:

Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

Baca selengkapnya ▾

Kabar Terbaru

Donatur (1)

Kawan Aksi5 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.551

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close