
Setiap hari, Abah Ajang (56 thn) memaksakan diri untuk bekerja, meski kakinya tak seperti orang kebanyakan. Ia terlahir prematur dan mengalami pembelokan kaki sejak bayi. Karena tinggal di daerah pedalaman dan akses ke fasilitas kesehatan sangat terbatas, keluarganya hanya bisa membawanya ke pengobatan alternatif. Hingga kini, Abah Ajang belum diberi kesembuhan.

Meski menyandang disabilitas, Abah Ajang tetap menjadi tulang punggung keluarga. Ia belum menikah, dan hidupnya kini sepenuhnya dicurahkan untuk merawat sang ayah yang sudah tua, tuli, dan tak lagi bisa beraktivitas seperti dulu.
Abah Ajang menjadi tukang parkir di minimarket dekat rumah. Kadang, ia juga membantu membersihkan pasar, atau mengambil rumput di kebun untuk dijual ke pemilik kambing. Upahnya? Tak sampai Rp20.000 per hari. Tapi itu pun tetap ia syukuri.

Sakit di kaki sering datang, namun jika Abah tak bekerja, sang ayah pun tak bisa makan. Karena itulah, ia terus memaksa tubuhnya untuk tetap kuat, walau langkahnya sudah mulai melemah.
#kawanaksi, Abah Ajang sangat membutuhkan uluran tangan kita. Yuk bantu agar ia bisa tetap menghidupi ayahnya.
Jika teman-teman ingin membantu silakan berdonasi dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Transfer ke no. rekening yang tertera.
Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu
Disclaimer:
Penggalangan Dana ini merupakan bagian dari Program Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun di gunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
